Perbedaan sistem pengapian cdi ac vs cdi cdi dc

Perbedaan Sistem Pengapian CDI AC dan CDI DC

Sistem pengapian selalu dibutuhkan pada kendaraan dengan mesin bensin. Terdapat banyak macam-macam sistem pengapian, mulai dari sistem pengapian konvensional hingga dengan sistem pengapian elektronik.

Salah satu sistem pengapian elektronik adalah sistem pengapian CDI (Capasitor Discharge Ignition). Sistem pengapian CDI banyak digunakan pada kendaraan-kendaraan sepeda motor dewasa ini.

Pada sistem pengapian CDI dibagi menjadi dua tipe berdasarkan sumber arus listrik yang digunakan yaitu sistem pengapian CDI AC dan sistem pengapian CDI DC.

Kedua tipe sistem pengapian ini, baik sistem pengapian CDI AC dan CDI DC ini digunakan pada kendaraan sepeda motor. Dari kedua sistem pengapian CDI AC dan CDI DC, manakah yang lebih baik ?

Sebenarnya kedua sistem pengapian CDI ini sama-sama baik, antara keduanya juga terdapat kelebihan dan kelemahan masing-masing.

Perbedaan sistem pengapian CDI AC dan CDI DC

Perbedaan yang pertama, sumber arus yang digunakan untuk sistem pengapian CDI AC yaitu arus bolak-balik yang berasal langsung dari alternator (spul magnet) sedangkan pada sistem pengapian CDI DC untuk sumber arus yang digunakan adalah arus searah dan berasal dari baterai (aki).

Perbedaan yang kedua, tegangan tinggi yang dihasilkan oleh sistem pengapian CDI DC ini cenderung stabil karena sumber arus berasal dari baterai yang tegangannya sama yaitu 12 volt pada setiap kondisi kecepatan mesin, namun pada sistem pengapian CDI AC arus sumber tergantung dari besarnya arus yang dihasilkan oleh alternator (spul magnet). Saat kendaraan berjalan pada kecepatan rendah maka arus yang dihasilkan oleh alternator cenderung rendah sehingga akan mempengaruhi tegangan tinggi yang dihasilkan juga menjadi lebih rendah.

Perbedaan yang ketiga, kawat email (kawat spul) di alternator (spul magnet) pada sistem pengapian CDI AC akan lebih mudah terbakar karena panas yang berlebihan, namun pada sistem pengapian CDI DC tidak akan mudah terbakat kawat emailnya karena pada pengapian CDI DC menggunakan kawat email memiliki ukuran yang lebih besar.

Perbedaan yang keempat adalah jika baterai (aki) yang digunakan pada kendaraan soak atau rusak maka pada sistem pengapian CDI DC akan mengalami gangguan dan bisa saja tidak akan timbul percikkan bunga api tapi pada sistem pengapian CDI AC tidak akan berpengaruh, walaupun baterai soak sistem pengapian akan masih berjalan.

Perbedaan yang kelima, efek lain jika baterai rusak maka pada unit CDI yang menggunakan CDI DC dapat rusak, berbeda dengan CDI DC yang tidak akan rusak jika baterai soak atau rusak.

Perbedaan yang kelima adalah bila dilihat dari harganya, sistem pengapian CDI AC tergolong lebih murah dibandingkan dengan sistem pengapian CDI DC yang umumnya harganya lebih mahal.

source : teknik-otomotif.com

Piston dom atau seher jenong.

Piston itu ibaratnya jantungnya mesin motor, karena piston berperan dalam proses pembakaran mesin melalui langkah piston yang menghasilkan kompresi pada ruang bakar dengan cara memanfaatkan campuran udara dan bahan bakar. Campuran tersebut terkompresi kemudian bertemu dengan percikan api yang dihasilkan oleh busi sehingga terjadi lah letupan yang memicu pembakaran.

Pada mesin 2 tak gerakan piston hanya terdiri 2 tahap, yakni langkah naik dan langkah turun. Sedangkan pada mesin motor 4 tak membutuhkan 4 tahap untuk sekali proses pembakaran, yakni tahap pertama langkah hisap, ke-2 langkah usaha, ke-3 langkah kompresi, dan ke-4 langkah

Rasio kompresi di dalam silinder mesin menentukan seberapa besar power yang dihasilkan oleh mesin tersebut. Mesin yang memiliki rasio kompresi yang besar akan menghasilkan power yang besar karena letupan pembakaran yang dihasilkan pun lebih besar.

Perbedaan tingkat rasio kompresi pada motor juga berpengaruh pada jenis bahan bakar yang digunakan nantinya. Semakin tinggi rasio kompresinya, maka semakin tinggi pula kadar oktan yang dibutuhkan pada bahan bakar yang digunkan. Apabila kadar oktan bahan bakar yang digunakan tidak sesuai dengan rasio kompresi maka akan mesin akan cepat bermasalah. Jika bahan bakar yang digunakan beroktan rendah dan mesinnya memiliki rasio kompresi yang tinggi maka akan terjadinya detonasi. yakni bahan bakar akan terbakar lebih dulu sebelum busi memercikan apinya.

Detonasi ini akan melukai piston dan juga beresiko membuat dinding liner silinder baret-baret, bahkan mesin bisa jebol.

Lalu apa itu piston jenong (HI DOME)? Piston jenong adalah piston yang memiliki permukaan atas yang jenong (doom) yang berbeda dengan piston standar yang permukaannya datar (flat). Piston yang permukaaan atasnya yang jenong(doom) diyakini mampu mendongkrak performa mesin, karena dapat meningkatkan kompresi.

Untuk produk-produk piston jenong aftermarket sudah banyak beredar di pasaran, mulai bentuknya seperti kubah (doom) , ada juga yang memiliki jenong asimetris menyesuaikan bentuk kubah ruang bakar.

Secara umum untuk meningkatkan rasio kompresi dapat menggunakan piston jenong. Namun, ada yang harus diperhatikan juga tinggi jenungnya, jangan terlalu ektrime karena kalau ketinggian bisa bertabrakan dengan busi atau klep.

Untuk mendongkrak performa mesin melalu piston selain menggunakan piston jenong juga bisa pakai cara alternatif lain. Bisa menggunakan pin piston yang lebih ringan namun kuat, tujuannya buat memperingan kinerja piston. Selain itu juga bisa menggunakan piston tipe Forget. Piston forget memiliki kekuatan material yang lebih dari piston biasa. Dan piston forget juga ringan, untuk harga biasanya lebih mahal dari piston biasa.

Sekian dulu ya, kalau ada salah kata mohon maaf.

Cara servis karburator sendiri

Pernah mengalami motor tiba-tiba mogok? Jika iya, kamu pasti juga tahu bagaimana repotnya jika harus mendorong motor yang mogok, demi mendapatkan bengkel motor terdekat.

Masalah yang menyebabkan motor mogok ini rupanya tidak sesederhana mengisi bahan bakar, dan bisa langsung normal lagi. Ada banyak alasan yang menjadi penyebab motor mogok, bisa dari kehabisan bensin, busi yang bermasalah, hingga karburator yang tidak beres.

Pada artikel ini, kami membahas tentang bagaimana cara membersihkan karburator motor bagi para pemula. Sebelum membahas lebih jauh, kamu harus mengetahui dulu apa sebenarnya fungsi dari karburator tersebut, dan apa saja komponen yang menyusunnya.

Apa Itu Karburator Motor?

Walaupun istilah karburator cukup sering didengar, ternyata masih banyak yang merasa awam dan asing dengan komponen motor yang satu ini. Karburator merupakan salah satu komponen dalam jeroan motor, yang berfungsi sebagai mesin penggerak.

Jadi, di dalam motor sendiri terdapat beberapa komponen utama, yang harus ada, agar mesin bisa bekerja. Yaitu adanya bahan bakar, lalu adanya udara, dan adanya api. Untuk menghasilkan api, merupakan tugas dari busi motor.

Karena itu apabila busi ini kotor ataupun basah, motor kerap jadi mogok juga. Nah, untuk bagian bahan bakar dan udara, harus disuplai secara bersamaan, dan inilah yang menjadi tugas dari karburator.

Yap, karburator berfungsi sebagai penytimui bahan bakar dan udara, untuk bisa mengaktifkan mesin motor. Walaupun karburator motor umumnya berukuran kecil, dan komponen penyusunnyapun tak sekompleks karburator milik mobil, namun tetap saja, ia memiliki fungsi penting dalam mengatur laju mesin motor.

Komponen dalam Karburator Motor

Karburator motor tersusun atas beberapa komponen utama, antara lain jarum pelampung, lalu pelampung, needle, pilot dan main jet, katup gas, pegas untuk katup gas, air pilot, mangkuk karburator, choke valve, dan sekrup untuk menyetel.

Keseluruhan penyusun ini nantinya akan memunculkan sebuah fungsi simultas, yang bertugas untuk mengatur percampuran antara udara dan bahan bakar dalam mesin motor.

Persiapan Membersihkan Karburator

Setelah mengetahui fungsi dan beberapa komponen karburator motor, selanjutnya adalah memahami mengenai bahan dan alat apa saja yang umumnya harus kamu persiapkan, dalam rangka belajar membersihkan karburator motormu, tanpa harus beranjak ke bengkel.

Alat Alat tersebut adalah obeng, kemudian kunci pas, lalu tang, diikuti dengan palu, dan kain pembersih.

Cara Membersihkan Karburator Motor

Dalam membersihkan karburator, kamu harus memperhatikan beberapa hal, yaitu harus bisa membongkar karburator dengan baik, sebab hal ini akan memastikan karburator tidak patah dan berada dalam keadaan utuh.

Lalu harus membersihkan karburator, agar kinerjanya maksimal dan tak semakin mogok, dan yang terakhir adalah memperhatikan setiap komponen ketika melakukan pemasangan kembali, agar tak ada yang terlewat.

1. Membongkar Karburator Motor

Langkah pertama adalah mengeluarkan karburator dari posisinya yang semula. Biasanya proses ini disebut dengan mengeluarkan atau melepaskan karburator dari posisi dudukannya.

Hal ini berfungsi sebagai tahapan awal untuk mulai membersihkan. Pelepasan karburator ono biasanya membutuhkan kunci, sebab ada beberapa sekrup yang harus dilepaskan.

2. Melepaskan Mangkuk Karburator

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, karburator memiliki beberapa komponen, salah satunya adalah mangkuk karburator, yang berfungsi sekaligus sebagai pelindung karburator.

Setelah karburator dilepaskan dari dudukannya, langkah selanjutnya adalah membuka bagian mangkuk ini. Setelah terbuka, kamu akan lebih jelas melihat keadaan dalam karburator.

Perhatikan mangkukan tersebut, adalah kotoran yang mengendap, atau mungkin adakah sumbatan yang terjadi.

Untuk memaksimalkan pembersihan, mangkukan karburator juga harus dibersihkan. Umumnya dilakukan dengan menggunakan kuas berukuran kecil, agar bisa masuk dan menjelajah sudut-sudut mangkuk karburator.

Sebagai tips tambahan, pembersihan ini biasanya dilakukan dengan tambahan cairan bensin, sebab akan sangat membantu meluruhkan kotoran dan membuat kondisi mesin jadi lebih kinclong.

3. Membersihkan Bagian Pilot Jet

Komponen lanjutan untuk dibersihkan adalah bagian pilot jet. Berbeda dengan mangkuk karburator yang bentuknya terbuka dan lear, maka pilot jet ini bentuknya seperti tabung.

Karena itu kamu tak bisa membersihkannya dengans embaranga dengan cara yang sama dengan mangkuk karburator tadi.

Biasanya pembersihkan ini dilakukan dengan meniup secara manual. Atau bisa juga menggunakan kompresor, yang berguna untuk meniupkan angin dengan keras, sehingga sisa-sisa kotoran yang terdapat di dalamnya bisa terdorong keluar.

Kamu harus teliti pada bagian ini ya, sebab memang keadaan bersih atau tidaknya tak bisa dengan mudah ditengok, diakibatkan posisi komponen yang berbentuk tertutup.

4. Bongkar Bagian Main Jet dan Bersihkan

Setelah bagian mangkuk dan pilot jet, kali ini giliran membersihkan komponen main jet. Untuk cara pembersihannya sama persis dengan cara membersihkan bagian pilot jet, yaitu dengan cara ditiup.

Untuk hasil yang lebih bersih kamu memang lebih baik menggunakan kompresor, sebab memang ada beberapa lubang yang harus dipastikan kotorannya telah keluar. Melepas needle jet dan dibersihkan Komponen selanjutnya untuk dibersihkan adalah needle jet.

Seperti namanya, needle jet ini berbentuk kecil dengan ujung runcing layaknya sebuah jarum. Untung membersihkannya kamu perlu membukanya terlebih dulu, kemudian dibersihkan menggunakan kuas, yang sebelumnya telah dicelupkan ke cairan bensin.

Setelahnya, kamu tiupkan angin ke dalam bagian bekas dudukan needle jet tadi, sehingga kotoran yang tersisa di dalamnya bisa didorong keluar.

Ketika melakukan proses pembersihan ini, jangan lupa untuk mengelap komponen-komponen karburator sampai bersih dan mengkilap.

Hal ini untuk memastikan kondisinya sudah bersih dan siap untuk dirakit kembali.

Cara Merakit Karburator

Setelah selesai membersihkan semua komponen, tahapan selanjutnya adalah perakitan karburator kembali. Kamu bisa merakitnya dengan mengikuti alur pencopotan komponen ketika kegiatan pembersihan tadi.

Dalam prosesnya kamu akan membutuhkan semua kunci yang telah disiapkan. Pastikan pemasangan Sebelum kamu mengembalikan karburator pada dudukannya, di dalam motor, baiknya kamu lakukan pengecekan kembali, terhadap kondisi karburator.

Pastikan apakah kuncian dan pemasangan komponen yang kamu lakukan sudah cukup kuat atau belum. Sebab jika masih longgar, maka akan sangat memungkinkan kinerja mesin motormu akan jadi terganggu.

Itulah beberapa cara untuk membersihkan karburator motor. Sebenarnya prosesnya tidak terlalu sulit, hanya saja memang kamu harus mengetahui setiap komponen yang ada, agar bisa lebih terbantu ketika harus membongkar, membersihkan, dan merakit kembali karburator motor tersebut.

Jika kamu memang belum mempunyai alat yang memadai, layaknya kompresor, maka kamu bisa membersihkannya cukup dengan ditiup dengan sangat keras secara manual saja. Nah, selamat mencoba!

Perbedaan karburator skep dengan Karburator Vakum

Perbedaan Karburator Skep VS Karburator Vakum

Karburator Skep VS Karburator Vakum – Perkembangan teknologi sepeda motor bukan hanya dari teknologi karburator yang beralih ke injeksi. Karburator juga sempat beberapa kali mengalami perombakan pada struktur dan sistem tanpa mengubah fungsi dan cara kerja karburator.

Salah satunya adalah keberadaan karburator vakum. Karburator tipe vakum ini lebih sering kita temui di motor matik era karburator.

Karburator dengan tipe vakum ini merupakan perbaikan dari karburator tipe skep konvensional, dimana pada karburator tipe vakum pergerakan skep bukan berdasarkan tarikan kabel gas tapi berdasarkan kevakuman pada mesin. Baca : Motor Injeksi VS Motor Karburator, Berikut Perbedaannya

Sebagian besar beranggapan bahwa perbedaan karburator konvesional dengan karburator vakum hanya terletak pada skepnya saja. Lebih dari itu bro, masih ada beberapa bagian pada karburator vakum yang sistem kerjanya berbeda dengan karburator tipe skep konvensional, diantaranya :

1. Setelan angin (air screw) dan pilot screw (mixture screw)

Perbandingan pertama adalah dilihat dari stelan angin / air crew dan pilot screw / mixture screw

Karburator skep

Sudah bukan rahasia lagi kalau karburator konvesional memiliki baut setelan angin (air screw). Bagi yang lama berkecimpung dunia otomotif, tentu paham betul fungsi dari setelan angini ini.

Seperti yang kita tahu, Setelan angin atau airscrew berguna untuk mengatur banyak sedikitnya udara yang masuk untuk keperluan langsam /stationer.

Jika setelan angin dibuka, maka debit angin yang masuk lebih banyak sehingga campuran gas bakar yang masuk untuk keperluan langsam lebih kering, sementara jika setelan angin ditutup maka debit angin yang masuk ke ruang bakar pun lebih sedikit menyebabkan campuran gas bakar menjadi lebih basah.

Karburator vakum

Berbeda dengan karburator tipe vakum. Pada karburator vakum tidak ditemui air screw. namun digantikan oleh mixture screw atau disebut juga pilot screw.

Fungsi pilot screw bukan hanya mengatur udara saja, karena jalur pilot screw didalamnya ada jalur bypass dari lubang pilot jet juga, jadi kondisi ideal tidaknya campuran gas bakar (kering-pas-basah) didapat bukan dari perubahan bukaan pilot screw, tapi penggantian ukuran pilot air-jet pada bagian moncong karbu dan pilot jet.

Penggantian pilot jet yang berukuran lebih besar akan menyebabkan campuran gas bakar menjadi basah, sementara penggantian piot air-jet dengan yang berukuran lebih besar akan menyebabkan campuran gas bakar menjadi kering, begitu pula sebaliknya.

Pilot screw berfungsi hanya sebagai “keran” saja, entah itu campuran pas atau tidak pas (karena penggantian ukuran pilot jet dan pilot air-jet), pilot screw hanya mengatur banyak sedikitnya debit gas bakar yang masuk ke dalam silinder.

Kesimpulan perbedaan air screw dan pilot screw

Maka dari itu ditemui perbedaan dalam patokan standar setelan bukaan air screw dan pilot srew. Pada karbu tipe skep konvensional, bukaan air screw biasanya diatur antara 1 – 2 putaran.

Sementara itu pada karburator tipe vakum bukaan pilot screw biasanya dipatok antara 2,5 putaran keatas.

Sebagai mekanik, saya masih sering menemukan posisi pilot screw yang setelannya disamakan dengan karburator konvesional, sehingga motor menjadi berat saat top speed.

2. Setelan gas / stansioner / langsam

Pengaturan putaran mesin terendah yang dianjurkan saat kondisi throttle tidak dibuka biasanya diatur sistem pengatur stationer pada karburator.

Karburator skep

Pada karburator tipe skep konvensional, pengatur langsam ini membuka atau mengangkat botol skep hingga ketinggian tertentu dan mengizinkan udara tertarik dari luar ke dalam silinder.

Celah bukaan skep ini yang membuat mesin dapat hidup dan berputar pada putaran mesin tertentu, tergantung dari besar kecilnya celah diantara skep dan lubang venturi, besar kecilnya celah ini diatur oleh mekanisme pengatur langsam.

Bagaimana dengan karburator tipe vakum??

Karburator vakum

Karena naik turunnya skep diatur oleh kevakuman pada mesin, karburato tipe vakum rasanya sangat sulit untuk menerapkan cara yang sama sepertu karburator tipe konvesional.

Ketika jalur venturi tertutup oleh mekanisme katup gas, jika katup gas dalam posisi tertutup penuh maka hisapan sebesar apapun dari mesin akan terasa sia-sia, karena isapan dari mesin tersebut tidak akan sampai pada area skep.

Kesimpulan perbedaan pada stelan gas

Jika pada karburator konvesional yang diatur adalah botol skep, maka pengaturan langsam pada karburator tipe vakum mengandalkan bukaan katup gas pada lubang venturi.

Caranya dengan membuka sedikit katup sehingga isapan mesin bisa sampai pada bagian skep dan menyebabkan skep bisa terangkat dan putaran mesin naik hingga sesuai kebutuhan.

3. Sistem choke

Perbedaan ketiga dari sistem karburator skep vs karbrator vakum adalah dari sistem choke.

Karburator skep

Pada karburator tipe konvensional, tuas choke membuka jalur bypass dari pilot jet atau dari bak karbu ke venturi.

Dengan bertambahnya volume bensin yang masuk ke dalam silinder maka sistem pengapian akan lebih mudah memantik api dan menimbulkan pembakaran yang terjadi di dalam silinder saat kondisi mesin masih dingin, jika suhu mesin sudah mendekati ideal maka tuas choke bisa ditutup dan putaran mesin bisa normal lagi karena pembakaran atau ledakan kompresi dibantu pemantulan suhu di dalam silinder.

Karburator Vakum

Pada karburator tipe vakum, sistem chokenya bukan untuk menambah volume bensin, tapi mempercepat skep naik agar putaran mesin bisa naik dan mesin tidak cepat mati.

Jalur bypass yang diatur tuas choke jalurnya dari venturi menuju ke ruang vakum di bagian atas skep karburator, saat tuas choke dibuka maka isapan dari dalam silinder menarik udara yang ada di ruang vakum dan menyebabkan skep bisa terangkat meskipun katup gas masih tertutup.

Dengan itu maka putaran mesin bisa naik karena skep terbuka atau terangkat. Makanya akan jadi percuma jika saat tuas choke dibuka gas juga dibuka, mesin akan semakin sulit hidup karena skep akan terbuka lebar tapi gas bakar jadi semakin kering, sementara untuk memudahkan menghidupkan mesin saat kondisi mesin dingindibutuhkan campuran gas bakar yang basah.

Kesimpulan perbedaan pada sistem choke

Dari perbedaan sistem choke tersebut, maka kondisi dan perilaku mesin pun berbeda saat tuas choke diaktifkan. Pada karbu tipe konvensional saat tuas choke dibuka maka putaran mesin naik perlahan cenderung brebet, tapi pada karbu tipe vakum saat tuas choke dibuka putaran mesin langsung naik dan akan terus naik jika mesin sudah mulai panas, tpi jarang ditemui gejala brebet, jika sampai brebet berarti setelan pilot screw belum pas sesuai kebutuhan.

Semoga bermanfaat, brooo!!!

Sistem Karburator vakum

6 Cara Membuat Karbu Vakum Lebih Responsif

Pada komponen karburator motormemiliki fungsi yang berbeda-beda begitu juga dengan karburator vakum yang memiliki fungsi untuk menawarkan konsumsi BBM menjadi lebih irit. Karburator vakum banyak dipakai oleh mesin motor matic yang lawas seperti Xeon, Soul, Fino, Mio. Ada jenis sepeda motor di seluruh dunia sudah banyak tidak memakai karburator vakum, ini dikarenakan adanya motor yang menggunakan sebuah fitur full injetion.null

Karburator vakum yang tidak responsif seperti karburator konvensional. Ada masalah juga yang akan timbul pada karburator vakum, seperti jalannya kerja dari ruang bakar sehingga ini akan membuat bahan bakar yang lebih irit. Bahkan gara-gara dari karburator vakum akan membuat para biker kebut-kebutan. Dengan demikian anda akan merasakan sensasi yang lebih menyenangkan.

Selain itu, ini akan membuat kecepatan yang dimiliki oleh anda tidak melaju. Maksudnya, anda mengorbankan kecepatan dengan buku tutup pada gas. Ketika tuas gas membuka skep, ini berarti karburator vakum tidak akan meningkat seketika, namun hanya bisa menunggu sebuah kevakuman pada mesin. Dengan begitu aklerasi akan kurang responsif ketimbang dari karburator konvensional.

Aklerasi yang telat tidak bisa kita hindari. Akan tetapi cara membuat karburator vakum menjadi lebih responsif bisa dilakukan. Sebenarnya ada berbagai macam cara untuk membuat karburator vakum lebih responsif. Cara-caranya anda bisa melakukannya dengan menggunakan cara-cara yang ada dibawah ini.https://fcc80d46692f5d85938fca4f0f3dc435.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-38/html/container.html?n=0

1. Perbesar Lubang Main Air Jet

Main air jet itu hampir sama dengan spuyer dimana lubang mereka memiliki ukuran tertentu dan bertempat di sebuah corong depan. Akan tetapi pada main air jet tidak bisa untuk dilepaskan hal ini sama seperti pilot jet ataupun main jet. Oleh karena itu cara memperbesar lubang kita harus melakukan cara pengeboran dimana pengeboran cukup hanya menggunakan sebuah mata bor 1mm. Perlu diperhatikan kalau ingin melakukannya anda harus melepaskan nosel atau needle jet terlebih dahulu. Ketika sudah melepaskan baru anda bisa melakukan pengeboran hingga di ruangan nosel yang tadi.

Memperbesar lubang pada main air jet sangat dibutuhkan, ini dikarenakan lubang pada main air jet akan berperan penting untuk mengontrol sebuah udara pada pencampuran antara bahan bakar dengan udara di putaran menengah maupun tinggi. Dengan adanya pembesaran lubang pada main air jet secara otomatis suplai udara yang menuju ke nosel atau needle jet lebih lancar. Bahkan proses pencampuran antara udara serta bahan bakar pada main jet akan berlangsung dengan cara yang sempurna. Dengan demikian Karburator Vakum akan menjadi lebih responsif ini dikarenakan skep piston tidak akan lambat untuk naik karena adanya suplai udara yang sudah lancar.

2. Setting Spuyer

Setelah anda telah melubangi hinga diperbesar main air jet, ini berarti kalau main air jet tersebut tidak menjadi standar lagi. Maka dari itu takaran pada bahan bakar dengan udara harus dirubah dan ukuran spuyer kita harus revisi. Ukuran pada pilot jet pastikan sudah turun dan sementara main jet sudah naik. Diperkirakan harus turun hingga satu step saja, apabila yang sebelumnya 15 jadi kita harus turunkan menjadi 12,5. Nah sedangkan pada main jet bisa naik lebih banyak, misalnya dari 120 naik hingga menjadi sekitaran 150. Untuk kenaikan pada main jet paling oke mengecek dibagian kondisi pada komponen busi motor yang bernama elektroda busi motor dengan cara menaikkan warna busi hingga menjadi kecoklatan.

3. Skep

Pada umumnya karburator vakum terdapat skep yang sudah dilapisi dengan teflon. Dimana teflon merupakan salah satu bahan yang dapat mengurangi suatu gaya gesek. Akan tetapi seiring waktu berjalan teflon ini akan tergores dengan adanya debu dan lain-lain sehingga pada permukaannya akan menjadi lebih kasar.

Nah dengan adanya permukaan yang sudah kasar ini dapat menglambatkan naik-turunnya suatu skep sehingga ini akan membuat responya menjadi lebih telat dan aklerasipun akan menjadi lebih lambat. Untuk mengakalinya kita melumas dengan menggunakan saenya yang sudah encer atau bisa menggunakannya dengan minyak Singer.

Langkah pertama anda harus skep dari bagian karburator dan selanjutnya meneteskan 2-3 tetes sebuah minyak pelumas di permukaan skep. Ratakan dengan menggunakan jari saja dan coba memasukkan kembali skep pada karburator serta menaikkan-menurunkan skep tersebut secara manual sehingga minyak pelumas akan menjadi lebih rata pada permukaan skep.

4. Pilot Mixture Screw

Salah satu cara membuat karburator vakum lebih responsif bisa melakukan penyetelan pada pilot mixture. Pada umumnya anda harus membuka mixture screw terlebih dahulu dengan cara membuat putaran menjadi lebih besar dibandingkan dengan patokan standar. Cara ini akan membuat putaran menjadi lebih sedikit boros, akan tetapi dengan adanya peningkatan volume gas berarti ini membuat energi pembakaran akan menjadi lebih besar, bahkan torsi bisa bertambah dan aklerasipun bisa lebih meningkat. Namun cara ini hanya bergantung pada sistem pengapian motor, apabila cara ini terjadi masalah alangkah baiknya anda mengembalikan seperti semula atau bawa ke bengkel/dealer terdekat.

5. Jetting

Cara ini sebenarnya sensitif terhadap skep pada karburator. Jadi anda harus melakukan dengan cara setting pada bagian main jet sehingga membuat putaran dan tenaganya menjadi lebih besar. Ketika anda menggunakan knalpot yang alfermarket, berarti anda bisa menaikkan satu tingkat saja pada bagian main jet. Cara ini bisa dilakukan pada saat kondisi motor sedang mengalami masalah karena ubahan yang salah, seperti pada bagian stroke-up atau broke-up, porting polish dan lain sebagainya.

6. Karet Vakum

Nah pada cara yang terakhir ini tidak bisa kita untuk mengotak-atiknya. Cukup saja anda melihat kondisi pada karet vakum apakah sudah melar atau sudah rusak. Alangkah baiknya anda harus cepat menggantinya dengan karet vakum yang baru. Ini dikarenakan kondisi karet vakum yang sudah rusak dan tidak diganti secepatnya, berarti ini sangat berpengaruh pada kinerja karburator vakum tersebut.

source : harga motor. co. id

Usaha Onderdil motor sparepart motor.

Usaha onderdil motor adalah salah satu jenis dari usaha otomotif yang memiliki potensi besar untuk dijalankan. Sebab, dengan semakin bertambahnya pengguna sepeda motor di Indonesia maka permintaan akan onderdil motor juga akan semakin meningkat. Karena pengguna sepeda motor tentu akan membutuhkan onderdil untuk motor yang mereka pakai. Tak heran bila usaha ini menjadi salah satu usaha yang menjanjikan dan menguntungkan.

Cara Memulai Usaha Onderdil Motor yang Bisa Dilakukan oleh Para Pemula

Peluang bisnis dalam bidang usaha onderdil motor ini menjadi peluang usaha yang sangat lebar bagi siapa saja. Namun ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam memulai usaha ini, karena banyaknya persaingan di bidang onderdil motor yang juga semakin meningkat. Berikut ini beberapa cara dalam memulai usaha onderdil motor dengan tepat:

  1. Cermati Terlebih Dulu Masalah Modal

Modal adalah salah satu kunci utama yang harus Anda siapkan sebelum memulai sebuah usaha, termasuk usaha onderdil motor ini. Anda harus menghitung dahulu berapa besarnya modal yang dibutuhkan dalam memulai usaha di bidang onderdil motor tersebut. Harga onderdil motor ini memang cukup mahal sehingga jumlah modal yang diperlukan di awal tentunya tidak sedikit. Apalagi jika onderdil motor ini merupakan barang impor, tentu harganya juga lebih mahal.
Jika modal yang Anda miliki memang siap untuk memulai usaha ini maka Anda bisa langsung memulai usaha. Tapi jika belum, maka Anda bisa melakukan pinjaman dana sebagai modal awal. Dengan persiapan modal yang matang, usaha onderdil motor yang Anda rintis bisa berjalan dengan baik.

  1. Tentukan Tempat dan Lokasi Usaha

Tempat dan lokasi usaha dalam menjual onderdil motor juga menjadi hal yang sangat penting. Sebab, lokasi yang tepat bisa mendatangkan konsumen atau pembeli dengan lebih baik. Maka pilihlah tempat dan lokasi usaha yang tepat dan strategis. Selain itu, konsumen yang akan berbelanja di tempat Anda tentu membutuhkan kenyamanan.Anda juga harus menyediakan tempat parkir yang cukup untuk para konsumen yang berbelanja di tempat Anda. Sehingga Anda bisa menerima layanan perbaikan atau pemasangan onderdil motor.

  1. Pilih Karyawan yang Berpotensi

Dalam memilih karyawan yang tepatuntuk mengurusi penjualan onderdil di toko, tentu harus karyawan yang juga paham soal otomotif. Atau setidaknya ia paham benda-benda yang berkaitan dengan motor dan cara pemasangannya. Pilih juga karyawan yang mampu melayani konsumen dengan baik agar konsumen puas berbelanja di tempat Anda.

  1. Gunakan Limbah Onderdil dan Olah Kembali

Hal lainnya yang harus Anda perhatikan dalam memulai usaha onderdil ini adalah dengan menggunakan kembali limbah onderdil. Supaya limbah ini tidak merusak lingkungan, maka Anda bisa Anda jual kembali pada para pengepul atau pencari mesin rongsokan. Hal itu juga akan menguntungkan Anda secara materi.

  1. Pilih Distributor atau Supplier yang Tepat

Dalam membeli produk onderdil motor yang berkualitas maka Anda harus memilih distributor atau supplier yang tepat. Supaya Anda yakin bahwa onderdil yang Anda jual kembali adalah onderdil yang berkualitas bagus. Dengan supplier yang tepat, maka kualitas onderdil yang bagus juga bisa terjaga.

Usaha onderdil motor memang masih memiliki potensi besar untuk dijalankan. Usaha ini bisa dimulai dengan menyiapkan modal, memilih lokasi usaha yang tepat, memilih karyawan, dan memilih distributor yang tepat. Dengan diiringi konsistensi dan kerja keras, usaha ini bisa mendatangkan keuntungan yang besar bagi Anda. Anda juga bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan praktisi & trainer UMKM ,sebelum menjalankan usaha ini.

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai